Rabu, 26 Juni 2013

Aku adalah Pemuda (oleh Nikmatul Istikhomah_coretan seleksi untuk seleksi FIM 11)


“Berikan Aku 10 Pemuda maka akan kuguncang dunia”- ir.Soekarno. saya awali tulisan ini dengan ungkapan presiden RI pertama tentang pemuda. Pemuda memiliki peran besar membangun peradaban bangsa. pemuda sebagai agent of change sudah selayaknya menjadi motor penggerak pembangunan untuk kemajuan bangsa. Pemuda merupakan generasi penerus bangsa, kader bangsa, kader masyarakat dan kader keluarga.
Sebagai kader bangsa, pemuda memiliki peran serta untuk berkontribusi memikirkan bangsa ini, ke depan mau dibawa kemana. Anggapan salah jika masalah negara hanyalah omongan mereka yang duduk manis di senayan atau para anggota dewan yang rajin rapat dengan menggunakan negara. Meskipun secara nyata pemuda “belum digaji” oleh negara, sudah menjadi kewajiban bagi setiap warga khususnya pemuda untuk ikut campur masalah negara. Kontribusi inilah yang dimaksud bung Karno dalam cuplikan kalimat pidato diatas.

Dalam lingkungan bermasyarakat, pemuda memiliki posisi strategis untuk menggerakkan basis massa sosial. Selaku Pemuda kita dituntut aktif dalam segala bidang termasuk yang mungkin saat ini jarang dilirik para pemuda modern yakni dalam kegiatan-kegiatan masyarakat dan sosialisasi dengan warga sekitar. Padahal kehadiran pemuda sangat dinantikan untuk menyokong perubahan dan pembaharuan bagi masyarakat. Aksi reformasi disemua bidang adalah agenda pemuda kearah masyarakat madani. Reformasi tidak mungkin dilakukan oleh orang tua dan anak-anak karena usia produktif berkarya sudah tidak ditangan mereka.
Dalam keluarga, ujung tombak negara adalah pemuda. Kedudukan sebagai anak dalam keluarga bukan berarti membatasi ruang geraknya, malah dari lingkaran kecil ini semua bermula. Ide- ide segar dari pemuda bisa diinternalisasikan dalam aktivitas sehari-hari dan ditularkan kepada orang-orang di sekitarnya.
Pemuda  diidentikan dengan perubahan, sudah selayaknya jika kemudian para pemuda membawa ide-ide baru nan segar, bagaimana  berkreasi dan mengekspresikan diri untuk menghadapi tantangan zaman yang makin ganas. Kehidupan modern menuntut kita, kaum pemuda khususnya untuk lebih jeli menghadapi permasalahan yang ada. Kita tidak lagi dihadapkan pada musuh dalam bentuk penjajahan oleh negara lain, kebodohan karena kekurangan fasilitas pendidikan atau sebangsanya. Tapi permasalahan sesungguhnya adalah perang pemikiran, kebodohan dalam bentuk lain, hilangnya identitas jati diri, memudarnya nilai-nilai budaya, kemiskinan dalam baju yang berbeda dan lain-lain. Bisa dibilang akar permasalahannya adalah ketidaksiapan dalam menerima arus globalisasi.
Maju dan mundurnya suatu bangsa juga ditentukan oleh pemudanya. Semakin bagus kualitas pemuda, maka suatu bangsa berpeluang menjadi negara yang lebih baik. Namun, jika pemudanya rusak, maka rusaklah bangsa tersebut. Fenomena itu yang sekarang menimpa bangsa ini. Banyak pemuda yang lupa akan perannya. Ini bisa dilihat dari kebobrokan moral, kejahatan, kriminal, kerusuhan dan lainnya menjadi manu sehari-hari yang bertebaran di media.patut disesalkan pelakunya adalah pemuda. Peran positif yang seharusnya disandang menguar entah kemana.
Sebagai pemuda yang memiliki kesadaran alias melek terhadap fenomena yang menimpa kaum pembaharu kita,patut segera bertindak. Minimal membentengi diri agar tidak terjerumus ke jalan yang salah. Peran kecil yang bisa kita lakukan adalah:
ü  belajar  kejujuran dimana pun, kapanpun dalam kondisi apapun
ü  melek informasi (kritis, tidak menelan mentah terhadap info yang ada)
ü  isi kegiatan dengan yang positif (seminar, kajian, lomba, workshop,dll)
ü  buat komunitas yang mendukung (studi club, karang taruna dan lainnya)
ü  pioner dalam kegiatan2 yang bermutu lainnya...

semoga bermanfaat. Mari berkarya untuk Indonesia

Tidak ada komentar: