Rabu, 26 Juni 2013

EKSTRAKSI SAMBILOTO SEBAGAI OBAT PENYAKIT BRONKITIS

RINGKASAN
Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan sumberdaya alam.  Begitu pula dengan keanekaragaman tanamannya. Banyak tanaman yang memiliki manfaat bagi pengobatan manusia, salah satunya adalah tanaman sambiloto. Tanaman sambiloto mudah ditemukan di Indonesia.
Penyakit yang sedang mewabah di masyarakat yakni penyakit bronkitis. Penyakit ini bisa diobati dengan ekstraksi sambiloto. Ekstraksi sambiloto merupakan obat herbal tradisional yang ramah lingkungan. Obat ini tidak memiliki efek samping, jika dikonsumsi dalam dosis yang tepat.    
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kajian pustaka dengan pendekatan penulisan deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penulisan ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari bahan-bahan pustaka yang relevan dengan topik yang ditulis, baik dari buku, makalah, hasil penelitian, ataupun internet.  Analisis data dalam penulisan ini adalah dengan cara bahan yang telah terkumpul kemudian diolah dan ditelaah. Lalu dianalisis dalam sebuah karya yang memfokuskan “Ekstraksi Sambiloto sebagai Alternatif Pengobatan Penyakit Bronkitis”.

Kesimpulan dalam karya tulis ini adalah pengobatan bronkitis di Indonesia sudah baik namun pengobatan herbal dengan ekstraksi sambiloto belum begitu diimplementasikan.

Rekomendasi yang diajukan penulis adalah (1) pemerintah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengobatan bronkitis dengan ekstraksi sambiloto, (2) tenaga medis menghimbau penderita untuk mengkansumsi obat herbal ekstraksi sambiloto, dan (3) apotek menjual obat ekstraksi sambiloto.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alam. Begitu pula dengan keanekaragaman tanamannya. Banyak tanaman yang memiliki manfaat bagi pengobatan manusia. Thomas (1993) mengatakan bahwa sejak dulu, rakyat Indonesia menggunakan tanaman sebagai obat tradisional. Tanaman yang berkhasiat obat tersebut dikenal dengan sebutan tanaman obat tradisional. Sambiloto (Andrographis paniculata Ness) merupakan salah satu tanaman obat herbal tradisional.
Tanaman sambiloto tumbuh liar di hutan jati atau hutan hujan tropis sampai ketinggian 300 m di atas permukaan laut. Biasanya tanaman sambiloto  tumbuh subur di tanah yang berhumus dan berpengairan baik. Bagian dari tanaman sambiloto yang dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, batang dan bunganya. Banyak komponen yang ada di dalam bagian sambiloto  mempunyai khasiat pengobatan.
Berdasarkan penelitian Attaur Rahman (2001), senyawa-senyawa yang mempunyai potensi sebagai antioksidan umumnya merupakan senyawa flavonoid, fenolat dan alkaloid. Sambiloto merupakan tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan. Tanaman ini juga mengandung andrografin, androgafolid (zat pahit) dan panikulin yang sifat antibiotiknya mampu meningkatkan fungsi pertahanan tubuh. Dengan adanya zat antioksidan yang terkandung dalam tanaman sambiloto tersebut, tanaman ini bisa menjadi obat yang mujarab.
Pada realitanya sambiloto hanya tumbuh sebagai tanaman liar dan tidak dimanfaatkan secara potensial. Padahal jika dilihat secara kandungan gizi banyak penyakit yang bisa disembuhkan dengan ekstrak sambiloto, salah satunya adalah bronkitis. Bronkitis adalah penyakit yang terjadi pada cabang peradangan akibat berbagai zat polutan. Akhir-akhir ini, penyakit bronkitis makin meningkat dan cenderung makin lama sembuh. Hal ini terjadi karena udara bersih tanpa polutan sudah agak sulit diperoleh seiring perkembangan zaman. Ruang tanaman hijau terutama dikota-kota besar sudah tidak mencukupi untuk menetralisir pencemaran udara (polutan) yang berasal dari asap kendaraan, asap pabrik dan lainnya
Hal tersebut yang mendasari penulis untuk memberikan alternatif ide dan menuangkannya dalam Program Kreatifitas Mahasiswa-Gagasan Tertulis (PKM-GT)  yang berjudul  Ekstraksi Sambiloto seba-gai Obat Penyakit Bronkitis.
pengen file lengkap, cekidot ke email q ya...

Tidak ada komentar: